-->

 


 


 






 



 


 

 



 

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Diminta Konsisten Dalam Penolakan 500 TKA Asing



Sultra,Sulawesibersatu.com - Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara di hebohkan dengan informasi kedatangan 500 TKA asal china di Sulawesi Tenggara.

Pasalnya di tengah pandemi covid 19 ( virus corona ) masyarakat selalu di gembor-gemborkan untuk kerja dari Rumah dengan istilah Stay at home Hingga pemerintah memberlakukan PBSB, larangan Mudik, bahkan yang lebih parah pemutusan hubungan kerja oleh para pekerja perusahan.

Diketahui,  Mereka akan ditempatkan di perusahaan pemurnian nikel (smelter) PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) di Morosi, Kabupaten Konawe. Namun, di tengah hangat-hangatnya informasi ini masyarakat Sulawesi Tenggara seakan  mendapatkan angin segar yang bisa sedikit mendinginkan suasana hati yang memanas. Betapa tidak, berbagai informasi dari pemerintah provinsi dan pemerintah kota untuk bersama-sama menolak kedatangan para TKA tersebut.

Seperti di ungkapkan oleh Ketua DPRD Sul-tra " Kalau ini tetap dipaksakan datang (500 TKA), intelijen kita bisa mengawasi kapan datangnya. Saya akan memimpin langsung demonstrasi, semoga ini bisa menjadi sejarah, ini bisa dikenang sampai 2024. " Ucap Abdurrahman mengutip Antara, Kamis (30/1).

Hal senada Pula di ungkapkan Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) " Apabila tetap berkeras mendatangkan 500 TKA tersebut fraksi PKS akan mengajak fraksi PKS yang ada di DRPD Kota Kendari, DPRD Kabupaten Konawe dan DRPD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk turun langsung demonstrasi di Bandara Haluoleo Kendari," ujarnya menegaskan.

Tak cukup sampai disitu, upaya penolakan juga hadir dari Pemerintah Kota Kendari. pihaknya akan menutup akses 500 TKA asal China yang akan datang ke Kendari demi menjaga keselamatan warga Kendari dari penularan virus Corona atau Covid-19. Dalam komentarnya bapak Walikota Kendari mengatakan " Gerbang kita tutup dengan tegas, tidak ada masuk TKA. Silahkan kalau mereka mau masuk wilayah lain. Yang penting kan tanggung jawab saya menjaga masyarakat Kota Kendari,” tegasnya.

Sebagaimana di ketahui, Kota Kendari sendiri lalu lintas TKA sudah tidak asing. Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemda secara ketat dan tegas menutup akses untuk TKA yang masuk ke Kendari.

Dari berbagai komentar diatas mulai dari Aksi demontrasi hingga penutupan Akses jalan tentunya cukup untuk mendinginkan suasana. Namun,  yg menjadi kekhawatiran masyarakat adalah konsistensi Pemprov dan Pemkot dalam mengawal persoalan ini. Takutnya ini hanyalah strategi pemerintah untuk mengelabui masyarakat Sul-Tra.

Mengingat, kabar dari informan para TKA akan tiba di Sul-Tra pada hari Senin, 4 Mei 2020.

"Oleh karena itu,  kami dari FPR SUL-TRA ( Forum Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara ) menyampaikan dengan tegas agar pemerintah konsisten dengan janjinya dalam mengawal persoalan ini demi kemaslahatan Umat.

 Jika tidak, pemerintah harus siap menanggung konsekuensinya. Sebab pernyataan Pemprov dan Pemkot telah disaksikan semua masyarakat Sulawesi Tenggara." Tegasnya Eks Wasekjend MPM UHO ini.

Laporan:Manto

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Diminta Konsisten Dalam Penolakan 500 TKA Asing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel