-->


 


 

 


 


Putus Sekolah Hingga Jual Jalangkote Di Maros, Suhartina Bohari Turun Tangan Jamin Biaya Pendidikan Firman



Maros,Sulawesibersatu.com - Pasca Viralnya video bullying yang dialami bocah penjual Jalangkote di Pangkep beberapa waktu lalu, sepertinya berdampak bagi penjual jalangkote lainnya.


Bukan hanya bagi RZ yang mengalami langsung kasus tersebut, namun penjual Jalangkote lainnya di kabupaten yang bertetangga dengan Pangkep, yakni Maros juga kini menyita perhatian pihak tertentu.


Firman, Bocah 14 tahun dan 8 bersaudara ini berprofesi sama dengan Rz yakni Penjual Jalangkote mendapat perhatian langsung dari Hj. Suhartina Bohari, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hj. Haniah Maros.

Hj. Suhartina pun mendatangi langsung kediaman Firman di jalan Inspeksi Saluran, Jumat (22/05).

Setelah berbincang dengan ibu Firman, Marlina, diketahui Firman ternyata putus sekolah sejak tahun lalu karena keterbatasan biaya termasuk untuk membeli baju sekolah, alat tulis dan biaya pendidikan lainnya.

Bukan hanya Firman, adiknya, Lasinrang (7) juga ikut putus sekolah di kelas 4 SD.

Sehingga, menurut Marlina, kini Firman dan adiknya memilih fokus membantu perekonomian keluarga dengan menjajakan keliling Jalangkote.

Saat ditawari Hj Tina (sapaan akrab Hj Suhartina) untuk masuk di pesantrennya, Firman pun dengan berat hati menolak karena tetap ingin membantu orang tua yang menjadi alasan utamanya.

"Bu aji menawarkan masuk pesantrennya dan katanya semua jadi tanggungan dia, tapi saya bukannya tidak mau belajar dipesantren, banyak teman saya yang belajar disana, tapi saya tetap mau jualan Jalangkote karena mau membantu ibu saya" Kata Firman saat ditanya media.

Firman pun memilih jika bisa masuk SMP yang ada disekitar kota Maros sehingga bisa tetap tinggal bersama Ibu dan saudaranya.

Mendengar alasan tersebut, Hj Tina pun tanpa pikir panjang langsung mengangkat Firman sebagai anak asuhnya dan bersedia menanggung segala biaya pendidikannya di sekolah manapun yang dia inginkan.

"Soal biaya sekolah, buku, baju seragam, alat tulis menulis dan semua perlengkapan sekolah saya yang tanggung, syaratnya harus berprestasi, target pertama nanti harus masuk 10 besar lah di kelas" Ungkapnya sambil tertawa untuk memotivasi Firman.

Hj Tina juga menunggu adik Firman, Lasinrang untuk ikut melanjutkan pendidikannya yang terputus di bangku SD.

"Persoalan pendidikan bagi anak-anak itu harus diutamakan dan adik Firman yang juga putus sekolah di kelas 4 SD itu harus dimotivasi supaya dia mau lanjut sekolah, karena jangan sampai nanti dibelakang hari baru menyesal", ucap Hj Tina kepada Ibu Firman.

Marlina, Ibu Firman mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak yang ingin melihat masa depan anaknya tetap cemerlang. Ia berjanji akan memotivasi adik Firman agar ikut bersekolah seperti kakaknya.

Sehari-harinya, Firman berjualan jalangkote di area sekitar Kota Maros dengan berjalan kaki. Firman dengan suara khas nya yang melengking saat menjajakan jalangkote nya juga sangat dikenal diantara pengunjung warkop di sekitar area Kuliner PTB Maros.

Sepeninggal ayah kandungnya yang meninggal 3 tahun lalu, Firman pun mulai tidak fokus belajar karena harus membantu keluarga dengan berjualan jalangkote hingga larut malam.

Setamat SD tahun 2019 lalu, cita-citanya pun harus kandas terkendala persoalan biaya karena tidak mampu membeli baju seragam sekolah, hingga akhirnya putus sekolah.

Laporan:Umar Dany

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Putus Sekolah Hingga Jual Jalangkote Di Maros, Suhartina Bohari Turun Tangan Jamin Biaya Pendidikan Firman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel