-->

 






Tokoh Pemuda Pulau Kodingareng : Kami Minta Agar WALHI Sulsel Segera Angkat Kaki dari Pulau



Makassar,Sulawesibersatu.com - Walaupun ke-12 orang yang diamankan atau ditahan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Pol Airud) Polda Sulsel telah dibebaskan, namun tidak menutup kasus ini akan ditindak lanjuti proses hukumnya untuk menemukan pelaku utama perusakan dan pelemparan Bom Molotov ke Kapal Queen of Nedherland. Hal inilah yang membuat Tokoh Pemuda Pulau Kodingareng merasa Geram kepada pihak Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel yang seakan-akan selalu mengorbankan Nelayan untuk menolak Tambang Pasir Laut tanpa adanya alasan yang jelas. 

Permasalahan penolakan Tambang Pasir Laut untuk Pembangunan Proyek Nasional Makassar newport kembali yang berbuntut panjang setelah upaya beberapa Nelayan bersama aktivis Walhi Sulsel melakukan penghadangan dan pelemparan bom molotov keatas Kapal tersebut milik PT. Boskalis yang sedang melakukan Pengerukan Pasir Laut yang berakibat sekitar 12 orang diamankan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Pol Airud) Polda Sulsel pada Sabtu (12/9/2020) lalu. 

Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Komisariat Sangkarrang, Irwan mengatakan, bahwa selalu yang menjadi tumbal dari ambisi Walhi menolak Tambang Pasir Laut adalah Nelayan, Nelayan yang ditangkap Polisi, Nelayan juga yang rusak Kapal-kapal kecil untuk mencari ikan, belum lagi urusan uang warga Pulau Kodingareng untuk membiayai aktivitas Walhi Sulsel selama di Pulau yang tentunya makin menyulitkan Nelayan dimasa sulit seperti saat ini apalagi masa Pandemi, ”ujarnya.

Oleh karena itu, dengan tegas Irwan mengharuskan Walhi agar segera angkat kaki dari Pulau Kodingareng dan berhenti memprovokasi Nelayan karena kehadirannya selama ini sama sekali tidak memberikan manfaat bagi Nelayan bahkan banyak merugikan, "tambahnya.

Ia menambahkan, justru Proyek Tambang Pasir Laut untuk Proyek Makassar Newport sangat memberi manfaat kepada Nelayan dengan adanya bantuannya kepada Nelayan serta akan memberikan bantuan kepada Masjid di Pulau ini. Karena sudah jelas dari sisi kajian Amdal jelas bahwa Tambang Pasir Laut tidak memiliki dampak Ekologi terhadap Pulau Kodingareng.

“Kami minta secepatnya kepada Walhi Sulsel untuk tinggalkan Pulau itu dan berhenti membodohi Nelayan jika mereka tidak mengindahkan jangan salahkan kalau kami dari Pemuda Pulau Kodingareng kelak akan mengusir paksa mereka dari Palau, "tutup Irwan. (Farid S/MH)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tokoh Pemuda Pulau Kodingareng : Kami Minta Agar WALHI Sulsel Segera Angkat Kaki dari Pulau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1


Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel