-->

 



 

 


 


 


 



 

 


 



 

 



 


 

 



 

Dalam Perjalanan Membangun Bisnisnya, Muh. Jabbar Dikenal Dekat Dalam Mempersatukan Perbedaan

 



Maros Sulsel, Sulawesibersatu.com-Tidak banyak orang yang mencapai kesuksesan dengan jalan berliku, di Indonesia dimana feodalisme mengurat akar, seorang yang sukses dapat dengan mudah diprediksi dengan melihat orang tuanya akan tetapi Muhammad Jabbar adalah sebuah pengecualian.



Lahir dan besar dalam lingkungan Egaliter dan tumbuh dalam sebuah situasi dimana kerja keras adalah penentu nasib, dia membangun bisnisnya dengan keteraturan yang sempurna, setapak  demi setapak karena Sukses adalah Proses.

 


Dahulu Timex Cargo adalah Perusahaan yang dirintisnya hanya sebuah Startup kecil yang berkantor disalah sudut Bandara Makassar, Corebusinesnya pun hanya terbatas pada jasa pengiriman skala kecil yang melayani Pasar Indonesia Timur, tapi seiring berjalannya waktu usahanya berkembang pesat dari Cargo sampai Perdagangan Hasil Bumi Lintas Provinsi skala kecil berkembang menjadi sebuah Imperium Bisnis.


Perlombaan nasib memang tak bisa diukur seperti maraton, dimana kecepatan dan daya tahan jadi ukuran utamanya. Capaian sukses adalah kombinasi dari sekian banyak variable yang sulit untuk diukur dengan menggunakan ukuran-ukuran yang dipelajari di bangku kuliah. 


Ada banyak faktor yang menentukan posisi seseorang saat ini dan bila menyangkut seorang Muh. Jabbar, rasanya sulit untuk tidak menyebut Jejaring adalah faktor dominan karena soal berkawan beliau adalah Masternya.


Hidup dalam kelimpah ruahan tidak membuat dia jumawa, mudah bergaul di semua kelas Sosial tidak sedikit waktu kita melihatnya ngopi sambil mendengarkan keluhan beberapa kawan tentang susahnya hidup dan tiba-tiba sekejap sejumlah transferan uang melesat ke rekening kawan tersebut.


Pernah suatu waktu seorang kawan yang merintih, rumahnya terncam disita oleh pihak Bank, tiba-tiba tersenyum getir ketika lembaran transferan Jutaan rupiah muncul di pesan WhatsApp-nya dibarengi sebuah pesan nakal, "amanmi teman" ungkap salah seorang teman yang sealumni dengan beliau SMAN 1 Maros Angkatan 1999.


Tapi begitulah "Jack" panggilan sayang kita semua kepada Pria Sukses berhati besar tersebut. “Uang itu tidak dibawa mati teman” begitu ungkapan sederhana yang selalu dia tuturkan ketika kita semua asyik menyesap aroma kopi di sebuah warkop di Pusat Kota Maros, Terima Kasih komandan…

Dari Kami yang selalu Mendo'akanmu


Maros, 12/05/2022

Big Family 99ers Smansa Maros Sulawesi Selatan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dalam Perjalanan Membangun Bisnisnya, Muh. Jabbar Dikenal Dekat Dalam Mempersatukan Perbedaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel